Karya Rasa

View this post on Instagram

(((diintip dikit buku terbaru saya))) . Dan ini saatnya… . PRE ORDER, HARGA ISTIMEWA . Tampilkan & Sembunyikan . โ€œAurat itu apa sih?โ€ โ€œAurat itu perintah Allah ya?โ€ โ€œBedanya aurat laki-laki dan perempuan apa?โ€ . Dua anak kembar yang cerdas dan berprestasi bernama Albi dan Bella sedang belajar mengenal aurat. Kata mama, baik laki-laki maupun perempuan harus menjaga aurat. Albi dan Bella mau belajar menutup aurat sejak kecil supaya tidak kaget ketika besar nanti. Bisa karena terbiasa, bukan? Yuk, ikuti terus kisahnya dan latihan membiasakan diri menjaga aurat sejak kecil bersama Albi dan Bella. Tampilkan prestasimu dan sembunyikan auratmu! . ๐Ÿ“ŒBuku Tampilkan Sembunyikan โœจHarga Normal Rp 75.000 >> Diskon 25% Rp 56.250 โœจUkuran : 17 x 17 cm โœจ96 halaman โœจSoft Cover 260 โœจKertas isi : Mattpaper 120 gr โœจLaminating Doff, Spot UV, Emboss โœจBerat buku 200 gr (belum termasuk packing) . Keunggulan: โ€ข Buku yang berisi pengenalan tentang aurat dengan bahasa yang mudah dipahami โ€ข Buku ini bertujuan untuk mendorong anak membiasakan diri menutup aurat sejak kecil โ€ข Berisi tip dan pengetahuan tentang berpakaian, bergaul, akil balig, dan menjaga diri, baik untuk anak laki-laki mapun anak perempuan โ€ข Kualitas isi dan ilustrasi yang bagus . Yang mau ikut PO bisa japri saya .Terimakasih โ˜บ๐Ÿ™ . #tampilkansembunyikan #bukubaru #bukuanak #bukuanakmuslim #bukuanakislami #openpo #openpreorder #jualbuku #jualbukuonline #bukuanak #bukubagus #penerbitkanak #penulis #ceritaanak #anakmuslim #anaksholeh #mama #papa #aurat #anak #anakanak #buahhati

A post shared by Wahyu Rahmawati (@ayuk_ku) on

View this post on Instagram

. Membaca postingan Bunda @helvytianarosa hari ini, membuat saya mengingat satu momen penting dalam hidup. . Beberapa tahun lalu, ketika hidup berasrama, begitu banyak tokoh nasional datang memberikan motivasi dan inspirasi. Bagi saya yang waktu itu masih berseragam putih abu-abu, rasanya senang karena pelajaran teralihkan dengan kesibukan penyambutan, tetapi tidak pernah seantusias teman-teman lain, kecuali untuk kehadiran tokoh yang satu ini. . Dunia sastra begitu memukau saya, pelajar SMA kelas IPA yang kepingin pindah ke kelas bahasa tapi tidak ada, pelajar yang jauh dari keluarga waktu itu, walau hanya dengan sebatas mencuri waktu membaca buku di perpustakaan sekolah, atau mencoret-coret sobekan kertas dan menyimpannya rapat-rapat. . Barangkali dari sana, dari hari itu, ketika beliau hadir, cinta saya pada dunia sastra makin melejit. Saya berani menunjukkan karya saya, sesederhana apa pun. Tidak peduli penilaian bagus atau jelek dari siapa pun. Menulis mengabadikan kisah, menulis mengurai hikmah. . Balairung Pancasila yang kami banggakan menjadi saksi, saya yang hanya mengagumi dari jauh, saya yang bukan siswi pilihan dengan karya antologi yang dipamerkan, saya yang bukan si anak teater yang piawai membacakan karya beliau di depan… Saya yang hanya berdiri, kecil di pojokan, begitu mengagumi setiap petuah dari beliau. Beberapa karya beliau sampai saya hafal waktu itu. . Puisi ini lahir setelah pertemuan itu, dan baru dibukukan setahun kemudian. Tentu dengan bahasa yang jauh dari karya sastra berkelas, namun ditulis seorang anak SMA dengan penuh kejujuran. . Baarakallahu fii Umrik Bapak Taufik Ismail, Selamat memulai hidup yang makin bahagia di usia 85 tahun, semoga Bapak sehat dan selalu dalam ridho serta lindungan Allah. Aamiin. . Terimakasih, karya dan perjalanan Bapak menjadi teman bertumbuh saya ๐Ÿ™๐Ÿ’™ . #TaufikIsmail #85ThTaufikIsmail #85tahuntaufikismail #selamatulangtahun #sastra #puisi #penulis #karya #buku #book #author #sastrawan #sastrawantaufikismail #inspirasi #greatpoet #writing #sastrawanindonesia #penulisindonesia #indonesia #miladtaufikismail #ultahtaufikismail #poetry #sastraindonesia #duniasastra #ngemilkata

A post shared by Wahyu Rahmawati (@ayuk_ku) on