2018, TAHUN BELAJAR KITA

Salam,

TAHUN BARU ? Camilan Baru ??? dengan rasa yang baru

Apa sih yang membedakan tahun baru teman-teman selain kalender yang berganti? Di mana-mana sibuk orang-orang berbagi resolusi, berikhtiar dalam deklarasi untuk sama-sama bisa di-Aamiin-i.

Nggak ada yang salah dan sah-sah saja untuk itu semua. Dulu hingga beberapa tahun terakhir, baik di tahun baru Muharam atau Masehi, saya pun sempat merancang resolusi baik tertulis maupun dalam hati ?

So, apa resolusi tahun ini? Sebelum jadi resolusi basa-basi tanpa aksi, saya memilih untuk tidak menjabarkan seperti yang dulu-dulu. Biarkanlah mengalir sesuai dengan aliran waktu.

Resolusi kami adalah menyelesaikan pendingan dari resolusi sebelumnya yang sempat diniatkan, berjalan setengah atau bahkan lupa tak terjamah. Biarkan saja, mengalir dengan lebih baik dari yang sudah-sudah. SEMOGA BERKAH DI SETIAP LANGKAH.

Kalau boleh bertema, bolehlah saya pasang spanduk gedhe-gedhe untuk tema tahun ini buat keluarga kami.

Yup, 2018 TAHUN BELAJAR KITA. Tidak terlalu berlebihan kan? Belajar lagi setelah dulu saya mengenal belajar itu identik dengan sekolah. Sekolah yang sebatas TK (Hah, TK kamu kategorikan sekolah?), SD, SMP, SMA, Kuliah nambah S..S..S.. dst. Belakangan saya makin paham bahwa kehidupan adalah sekolah yang sebenar-benarnya, tanpa iming-iming kelulusan, tanpa berlomba-lomba mengejar angka untuk bisa berjejer apik di ijazah. Belajar yang luas, tanpa ukuran nilai yang pasti, dan pastinya tanpa batas.

Makanya, tahun ini kami berharap bisa lebih banyak belajar, di mana saja, dari mana saja, kapan saja, dengan siapa saja di sekolah kehidupan. Lebih dinamis, lebih adaptif dan musti lebih konservatif.

Yang namanya belajar, pasti mencoba. Yang namanya mencoba, pasti akan ada salah. Jika ada salah, ya nggak pa-pa namanya juga belajar.

Simpel kan…

Selamat membuka kalender baru. “Ngemil Kata” siap menjadi camilanmu.

Kriuk.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *