TEGARLAH, ASAL JANGAN PURA-PURA TEGAR

Apa yang membuat orang terpuruk dalam kesedihan?
Barangkali salah satunya setelah kita kehilangan sesuatu yang berharga.
Sesuatu?
Sayangnya aku pernah ada di puncak kesedihan bukan karena kehilangan sesuatu. Lebih sedih dari itu, yaitu kehilangan seseorang.

Di satu sisi ada perasaan tenang, Allah sebaik-baik penjagaan, tahu kapan waktu yang tepat untuk memanggil apa dan siapa yang sudah saatnya dipanggil.
Di sisi lain, diri ini masih menuntut jatah waktu bersama yang lebih lama.

Skenario terbaik Allah sudah berjalan sesuai kehendakNya, dan menjadi keniscayaan bahwa bukan kita saja yang pernah merasa kehilangan.
Di jam yang sama, di seluruh belahan dunia, ada anak berduka atas kepergian orang tuanya, ada orang tua yang berduka atas meninggalnya anaknya, ada istri berduka kehilangan suaminya, ada murid berduka kehilangan gurunya.
Bukankah kita tidak sendirian menghadapinya?

Tegarlah…
Tanpa perlu berpura-pura tegar dengan menyembunyikan air mata di balik senyuman.
Menangislah jika membuatmu lega.
Katakan sedih jika masih sedih, tanpa harus memaksa untuk terlihat baik-baik saja.
Kelak, akan ada saatnya, sedih dan bahagiamu hampir tak bisa kau bedakan saat menapak di tangga keikhlasan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *